Kelebihan Bercocok Tanam dengan Sistem Hidroponik



Sistem Hidroponik
Di Indonesia, sebenarnya bercocok tanam dengan sistem hidroponik sebenarnya bukan hal yang asing. Bukan hanya orang yang berkecimpung di dunia pertanian saja yang sudah tahu apa itu hidroponik, orang-orang awam pun banyak yg tahu apa itu hidroponik. Masalahnya, kadang masih ada segelintir orang yang bertanya “mengapa hidroponik? Apa keistimewaannya?”.
Sebenarnya wajar saja jika ada orang awam maupun petani konvensional yang bertanya hal demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa tanah di Indonesia adalah jenis tanah yang subur dengan segala kelebihan yang  dimilikinya.

Masih banyak wilayah di Indonesia yang memiliki lahan yang cukup luas untuk ditanami, dengan iklim tropis yang ada di Indonesia serta matahari yang bersinar sepanjang hari membuat Indonesia menjadi habitat hidup ribuan jenis tanaman yang berguna bagi kehidupan manusia, tidak salah lagi jika Indonesia dijuluki sebagai negara agraris, mengingat sektor pertanian di Indonesia cukup menguntungkan.

Hidroponik ini sebenarnya bukan tergolong sistem bercocok tanam baru, sebab sudah diperkenalkan sejak tahun 1936. Sistem hidroponik sangat cocok bagi Anda yang ingin bercocok tanam namun memiliki keterbatasan seperti lahan yang sempit serta tanah yang kurang subur. Apa saja kelebihan sistem ini?

Kelebihan Bercocok Tanam Menggunakan Sistem Hidroponik

Hemat air
Hidroponik merupakan sistem bercocok tanam yang cenderung tertutup serta rapi, sehingga air yang digunakan sebagai media tanam juga tidak mudah menguap karena paparan sinar matahari. Berbeda dengan penanaman konvensional menggunakan media tanah, jumlah air yang menguap lebih banyak dibandingkan yang diserap akar tanaman.

Tingkat pertumbuhan lebih cepat
Tingkat pertumbuhan tanaman dengan sistem hidroponik mencapai 30-50% lebih tinggi dibandingkan dengan penanaman sistem konvensional dengan media tanah. Ini disebabkan karena suplai nutrisi yang berwujud larutan sehingga lebih mudah diserap tanaman, selain itu tanaman juga mendapat asupan nutrisi yang kontinyu sehingga dapat secara langsung diserap dan dimanfaatkan tanaman.

Tidak ada nutrisi yang terbuang
Teknik hidroponik yang tertutup dan rapi memungkinkan tidak adanya asupan nutrisi yang terbuang sia-sia. Air yang dipakai sebagai media tanam hidroponik juga dapat dimanfaatkan secara berulang-ulang dengan cara penyaringan atau filterisasi sehingga lebih menghemat air.

Minim serangan hama = minim pemakaian pestisida
Ketika lingkungan sekitar media bercocok tanam lebih tertutup, lebih bersih, maka dapat meminimalisir timbulnya hama dan penyakit. Ini tentu akan berimbas pada pemakaian pestisida yang tentunya dapat lebih diminimalisir. Jika ini digunakan pada sayuran dan buah-buahan, maka hasilnya akan lebih baik dan lebih sehat jika dikonsumsi manusia.

Hasil panen optimal
Ketersediaan air dan nutrisi dari pupuk yang dapat langsung diserap oleh tanaman membuat hasil panen juga lebih optimal dan memuaskan jika dibandingkan bercocok tanam dengan teknik dan media konvensional. Tentu akan membawa keuntungan lebih bagi petani.

Pekerjaan lebih efisien
Karena hidroponik merupakan sistem penanaman yang lebih rapi dengan lahan media tanam yang lebih sempit dibandingkan teknik bercocok tanam konvensional maka pekerjaan pun akan semakin mudah dan efisien. Sebab sistem ini lebih terstruktur dan rapi.

Cocok untuk masyarakat perkotaan/perumahan
Jika Anda tinggal di lingkungan perkotaan atau perumahan, maka lahan untuk bercocok tanam seringkali juga terbatas. Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi Anda yang hobi berkebun untuk mencoba teknik penanaman dengan sistem hidroponik ini, yang mana tidak membutuhkan media tanah atau minim penggunaan tanah sebagai medianya. Sehingga tidak perlu lahan luas hanya untuk berkebun.

Demikian berbagai kelebihan yang dimiliki teknik penanaman hidroponik, semoga mencerahkan.

1 Response to " Kelebihan Bercocok Tanam dengan Sistem Hidroponik"

  1. Masuk Pk Eko,,hehe..
    Sangat setuju, karna pakai sistem hidroponik dpt menghemat lahan,,,hehe

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel